Teruntuk Yang Sekejap Menatap
Ahh.. malam itu.. ketika gelap sayup datang ditemani dengan hembusan angin
tipis yang membelai sesedikit helai rambutmu. Sungguh saat itu aku ingin menjadi
sang angin yang teramat sangat berani membelai tanpa permisi. Tapi apa daya, aku hanya dapat menatap dan
terdiam gagap.
Seketika aku menatap matamu, terlihat kaupun membalas menatap. Ya, tidak
sepenuhnya menatap. Kadang kau palingkan bola matamu kekiri dan kekanan
disertai dengan kedipan menawan. Entah apa yang kau lirik saat itu, apakah
kursi kursi para undangan ?! ataukah dedaunan yang ada tepat diluar ruangan?!
Entahlahh, aku tak
punya waktu ‘tuk menyimpulkan dan menanyakan
Aku hanya bisa mencoba bersikap
wajar, walaupun rasa hati teramat
bergetar dan gusar. Seperti Mau, malu & ragu, seketika semuanya
berkecimuk dan bersatu.
Apakah jiwa raga t’lah jatuh cinta
pada singkatnya tatap mata ??.. kedengarannya seperti mengada ada. Rasaya terlalu cepat….. terlalu
singkat.
Seperti aku merasa jatuh cinta,
Sekiranya aku tak ingin jatuh cinta.
Seorang berkata ini hanyalah sebuah manipulasi rasa dan
pemnyimpulan yang tak pelan.. ahhhh, entahlah, Semoga demikian.
bagitu eh :-D
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteBagitunoh :D
ReplyDeletehahahaha
KEREN BANGET TULISANNYA !
ReplyDelete