Teruntuk Yang Sekejap Menatap


Ahh.. malam itu.. ketika gelap  sayup datang ditemani dengan hembusan angin tipis yang  membelai sesedikit helai  rambutmu. Sungguh saat itu aku ingin menjadi sang angin yang teramat sangat berani membelai tanpa permisi.  Tapi apa daya, aku hanya dapat menatap dan terdiam gagap.


Seketika aku menatap matamu,  terlihat kaupun membalas menatap. Ya, tidak sepenuhnya menatap. Kadang kau palingkan bola matamu kekiri dan kekanan disertai dengan kedipan menawan. Entah apa yang kau lirik saat itu, apakah kursi kursi para undangan ?! ataukah dedaunan yang ada  tepat diluar ruangan?! 
Entahlahh, aku tak punya waktu ‘tuk menyimpulkan dan menanyakan
Aku hanya bisa mencoba bersikap wajar, walaupun rasa hati teramat  bergetar dan gusar. Seperti Mau, malu & ragu, seketika semuanya berkecimuk dan bersatu.


Apakah jiwa raga t’lah jatuh cinta pada singkatnya tatap mata ??.. kedengarannya seperti  mengada ada. Rasaya terlalu cepat….. terlalu singkat.
Seperti aku merasa jatuh cinta, Sekiranya aku tak ingin jatuh cinta.
Seorang berkata ini hanyalah sebuah manipulasi rasa dan pemnyimpulan yang tak pelan.. ahhhh, entahlah, Semoga demikian.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Permata

Utopia