Posts

Showing posts from 2016

Anak Tangga Ketiga

Aku rasa bukan hanya hati tapi anak tangga yang kuturuni pun juga ikut berdetak Aku pikir bukan hanya purnama namun senyum tak kentara pun turut bercahaya Di anak tangga ketiga bawah engkau menengadah menapak dengan susah payah satu demi satu, tangga demi tangga, langkah demi langkah Malam berbisik” katakan apa saja sebagai pembangun suasana meski tak lama” Mudah saja Hanya Sapa membungkam dalam kata Tak sampai. Seperti dua kapal yang berpapasan sewaktu badai, kita telah bersilang jalan satu sama lain, tapi kita tidak membuat sinyal, kita tidak mengucapkan sepatah kata pun Kita tak punya apa pun untuk diucapkan Meski jarak tak terhitung jengkal, detik itu telah menjadi lampau Semua   berlalu begitu saja menjadi lalu seperti angin barat yang lewat Uap kopi yang tercumbu angin Suara tapak yang menggertak Dan anak tangga ketiga yang sudah lewat

Si Empunya

Mata itu memberi pesona yang keterlaluan amat sempurna hingga tak ku bisa tahan Di luar sana adakah ia sadar ? Bibir itu bertutur lambat Tertangkap pandang ia berucap Lihatlah ! ia mengerling,  mari berpaling Senyum itu begitu kentara Lesung pipi manis hinggap disampingnya Mata yang teduh, siapakah tuannya Adakah yang empunya ? Entahlah andai kupunyai keseluruhnya terlebih hati Sukarela dia kan ku menanti Hingga jadi pemilik hati

Seuntai Tanya Untuk Yang Terdamba

Bahagiamu, bahagiaku bahagiaku bukan bahagiamu sakitmu, sakitku sakitku tak sakitmu tawamu, tawaku tawaku masa bodohmu tangismu, tangisku tangisku tak pedulimu kunantikan dikau hingga waktu habis terperas sembari ratapi hati lapuk yang mengelupas bersedih dalam genangan sendu tersenyum akan manipulasi buaian rindu Merapuh dengan sukarela mengadu pada Sang Semesta lalu berbisik dalam tanya : Akankah kau berbalik dan mencinta? 03 : 50 am, 04 Maret 2016 , Teruntuk dambaku yang jauh di seberang Laut Banda