Seuntai Tanya Untuk Yang Terdamba

Bahagiamu, bahagiaku
bahagiaku bukan bahagiamu
sakitmu, sakitku
sakitku tak sakitmu

tawamu, tawaku
tawaku masa bodohmu
tangismu, tangisku
tangisku tak pedulimu

kunantikan dikau hingga waktu habis terperas
sembari ratapi hati lapuk yang mengelupas
bersedih dalam genangan sendu
tersenyum akan manipulasi buaian rindu

Merapuh dengan sukarela
mengadu pada Sang Semesta
lalu berbisik dalam tanya :
Akankah kau berbalik dan mencinta?


03 : 50 am, 04 Maret 2016, Teruntuk dambaku yang jauh di seberang Laut Banda

Comments

Popular posts from this blog

Permata

Utopia