Si Empunya
Mata itu memberi pesona yang keterlaluan amat sempurna hingga tak ku bisa tahan Di luar sana adakah ia sadar ? Bibir itu bertutur lambat Tertangkap pandang ia berucap Lihatlah ! ia mengerling, mari berpaling Senyum itu begitu kentara Lesung pipi manis hinggap disampingnya Mata yang teduh, siapakah tuannya Adakah yang empunya ? Entahlah andai kupunyai keseluruhnya terlebih hati Sukarela dia kan ku menanti Hingga jadi pemilik hati