Anak Tangga Ketiga
Aku rasa bukan hanya hati tapi anak tangga yang kuturuni pun juga ikut berdetak Aku pikir bukan hanya purnama namun senyum tak kentara pun turut bercahaya Di anak tangga ketiga bawah engkau menengadah menapak dengan susah payah satu demi satu, tangga demi tangga, langkah demi langkah Malam berbisik” katakan apa saja sebagai pembangun suasana meski tak lama” Mudah saja Hanya Sapa membungkam dalam kata Tak sampai. Seperti dua kapal yang berpapasan sewaktu badai, kita telah bersilang jalan satu sama lain, tapi kita tidak membuat sinyal, kita tidak mengucapkan sepatah kata pun Kita tak punya apa pun untuk diucapkan Meski jarak tak terhitung jengkal, detik itu telah menjadi lampau Semua berlalu begitu saja menjadi lalu seperti angin barat yang lewat Uap kopi yang tercumbu angin Suara tapak yang menggertak Dan anak tangga ketiga yang sudah lewat