Di Ruang Tengah Itu

Sekiranya aku mampu menatap
Tentulah takkan bosan dibuat waktu
Sekirannya bisa selangkah mendekat
Takkan gusarlah aku menunggu senyum dia menengadah

Di Ruang Tengah Itu…..
Kilau mentari menari di sudut jendela
Hembus lembut merumbai menyentuh tubuh dia
Dibuatnya senyum itu nampak lebih bercahaya
Dihantarnya wangi itu menusuk hingga ke rongga jiwa

Di Ruang Tengah Itu…..
Entah dari mana harus aku memulai
Tunggu dulu. apakah aku harus memulai ?
Akankah bongkahan sapa ini terbalas
Atau hanya tatap risih yang kan membias

Di Ruang Tengah Itu…
Mata kaki terdorong hasrat tuk kemuadian mendekat
Tersiapkan sapaan yang tepat
Tapi entah. Pikir seketika berubah
Kesempatan ditelantarkan dengan sengaja


Comments

Popular posts from this blog

Permata

Utopia