Gerimis Senja Dan Si Tiada
Gerimis merayu-rayu Cemara mendayu-dayu Angin tipis sembari meraba tak berkutik lumut sopan yang menumpang batu Benalu jatuh Kembang sepatu layu Puteri malu menutup ragu Aku Tunduk lesu di bangku kayu Tertegun lusuh pada batu, benalu, puteri malu Lewat jendela tua penuh debu Wajah siapa itu Di balik benalu Senyum siapa itu Di atas batu Sapa siapa itu Disela cemara mendayu Sukar lupa si istimewa diantara belukar merana Di sudut rasa penuh borok serta luka Seolah ia ada Rumit mengingat lupa Mudah lupa melupa Untuk lupa Wanginya saja Butuh bertahun tahun usaha Kecupnya pula mesti berwindu-windu muara Senyum penuh pesona butuh berabad abad doa Peluknya butuh berjuta-juta tahun yang bahkan cahaya Sukar lupa Yang pergi begitu saja Tanpa sepenggal kata Tanpa potongan sapa Hilang seperti senja Gerimis kian menua Ia sudah tiada Meski tak selamanya Tiada Tetap tiada