Biarlah
Biarlah…
Biarlah aku merindukan kamu saat jauh atau biarlah merindu saat dekat namun terasa jauh
Biarlah aku menatap malu ketika
kelak berpapasan tanpa sepenggal sapa
Biarlah stalking sore menjadi
obat penat akan rutinitas yang enggan bersahabat
Biarlah aku mengagumi seutuhnya
dirimu dari kantung mata hingga ke tulang-tulang
Biarlah aku mengintip senyum itu
dari bilik jendela kelas kala lenggang
senyum yang tak satu pun metafora mampu menandinginya
Kemudian...
Tetaplah mengagumkan dan manis
seperti senja yang cahayanya kemerahan itu
Yang tiap hari aku cumbu
pikatnya bersama kopi hitam penuh khayal
Tetaplah bercahaya layaknya arti
namamu yang terang
Tetaplah…
Tetaplah kamu begitu
Maka aku akan tetap begini.
Comments
Post a Comment