Salahkah bila berdoa Dalam dekapan sang anggur Tersampaikankah jika meminta Pada balut suci alkohol Masih mungkin Karena Ia maha baik Pun mengerti keadaan Kau harap pula kita bernyanyi Hingga nada-nada penuhi ruang Serupa insan surga Lembut kening itu Tiada pernah sudah Keharuman hinggap Baluri tubuhmu Jangan pulang Jangan pernah pulang Jedalah malam ini Ketika nada usai Aku tahu Bahwa dalam benakmu yang diam Kau merindukan kecupan Seperti kau rindu beribu ucapan Keberadaanmu hanya lima menit dari gubukku Yang penuh cakrawala Maka tinggalah di sini Tinggalah lama Hingga sisa nafas kita Menuju akhir engah 02-Mei-2024
Bukankah indah Melihat surya mekar dalam peluk kicau benda alam Di depan taman yang kau konsep dengan gaya Eropa Menyaksikan gadis kecil tumbuh dengan ceria Penuh tanya belajar bahasa Bukankah indah Kau kan buatkan aku sarapan kesukaan; Kuah gedi x tahu tempe goreng extra sambal terasi Kau beli langsung dari pabrik kampung sebelah Bukankah indah Hangat rumah kayu minimalis kita Sebagai hadiah setelah menikah Yang ku buat bersama salah seorang rekan setia Ito Mamahit. Si tampan yang cekat dalam soal pertukangan .... Setelah kopi gula merah habis Aku berangkan ke sawah Menyaksikan pekerja menabur pupuk Sambil memberi kabar Pepadian sehat sentosa Juni nanti Panen melimpah .... Kita nikmati setiap sunset yang datang Sambil mendengar lagu-lagu kesukaan Kau `kan sambut aku pulang Selepas melaksanakan tugas sebagai Kepala Desa Menertawai amarahmu yang jarang keluar Kala little Rocky, jagoan sulung kebanggaan pulang bermain layangan Hingga petang tua Ia akan terbirit...
Comments
Post a Comment