Berapa banyak lagi jalan yang harus kutempuh Bahkan sebelum akhirnya matamu Yang lebih jernih dari mataku mati Tidak akan ada luap hingga titik tiba Probolinggo, 17 November 2018 23:01 PM
Kita pernah tidak berjarak Sedekat salam menjelang malam Atau antara matamu dari kaca matamu Sejauh meninggalkan Lewat lambaian Dari senyum tak sungguh-sungguh Pada dagumu dari ragumu Waliakat, 17 Oktober 2018, 23:52 PM
Jendela terbuka Engkau menuju pulang Hari-hari manis di pematang sekejap saja engkau pandang Lusa jadi kenang Engkau menyukaiNya menyukaiku lalu diri sendiri kata-kata di beranda adalah kita serupa tapi Ia melihat makna sedang aku mata dan engkau kata bukit-bukit tersentuh jemari tapak kaki tinggalkan jerami langkah menggertak hati membentak lambai engkau jelas dekap aku lugas kata-kata tak terucap surat surat tak terungkap engkau menguap Remboken, 1 Oktober 2018 7:39:19 AM
Kemarin kau tangkai mawar menanti mekar Pagi kau jadi cempaka basah yang gelisah Kini simfoni megah pada lekukmu Lusa nanti kujumpa kau kakofoni tak beraturan Senyum terindah ialah senyum sore Yang cemburu kala kutemui kau diperalihan Saat langkah kian tertelan Matamu hinggap di peraduan Manado, 01 Agustus 2018, 00:34 AM
Aku ingin cinta pada matamu Lebih lebat dari cinta masa lampau Lebih panjang dari setapak yang kau lewati tanpa tanda ujung Matamu seperti bulan, Dingin dan penuh kejutan Sepintas membelenggu penantian terang Tapi esok pasti kembali bersama rasa Akan bagaimanakah bentuknya Remboken, 13 Desember 2017, 10:29 PM